Rabu, 15 Mei 2013

Rubahlah niatmu

Hiruk-pikuk kehidupan modern terlebih di kota besar seperti Jakarta membawa banyak dampak mulai dari gaya hidup yang berubah, tingkat persaingan pekerjaan yang tinggi dan tentu kepadatan jumlah penduduk yang berimbas pada kemacetan di jalan-jalan. Berhitung soal macet, jika sehari saja misal 2  jam dijalan maka dalam sebulan bisa menghabiskan 50 jam dijalan, belum dengan antri-antri yang lain misal antri di SPBU, antri membeli makanan dan lain-lain. Semua hal tersebut sering dirasakan sebagai hal yang membosankan dan menjengkelkan, tak jarang hal-hal semacam ini sudah biasa  jadi keluhan di soc-med seperti facebook atau twitter. Tapi apakah semua aktifitas yang umum dialami penduduk Jakarta seperti macet ini adalah hal yang sia-sia?bagaimana seorang muslim menyikapi hal ini?

Innamal a'malu binniat, sungguh semua amal berawal dari niat. Pernyataan ini sesungguhnya sangat menguntungkan bagi seorang muslim karena dengan niat yang benar dalam semua aktifitasnya tidak ada yang tersia dihadapan Allah. Jangan sepelekan soal niat, amalan yang dzahirnya baik tetapi tidak diniatkan dengan benar yakni karena Allah maka disisi Allah akan tersia. Seseorang yang bekerja hanya untuk mencari uang saja misalnya maka tentu ia hanya akan mendapatkan uang, tapi seseorang yang bekerja untuk ibadah karena Allah mendapat banyak hal, mulai dari mendapat pahala disebabkan usahanya menjemput rezeki terlebih jika untuk menafkahi keluarganya bahkan disebutkan dalam satu hadist bahwa ada beberapa dosa yang hanya bisa terhapus dengan sebab bekerja. Begitu juga dalam aktifitas yang lain, apapun itu mulai dari sekolah,berwisata bahkan tidur sekalipun jika diniatkan dengan benar maka akan menjadi amalan baik disisi Allah. Jika diibaratkan hidup seorang muslim dari bangun tidur sampai tidur lagi bisa bernilai ibadah.

Dengan meyakini hal ini, sungguh tiada waktu yang tersia bagi seorang muslim. Ia akan menjalani waktu-waktunya dengan gembira karena tahu bahwa hal-hal yang dikerjakannya dinilai sebagai amalan  baik disisi Allah. Menempuh kemacetan dalam bekerja, antri di SPBU, taat lalu lintas dan semua aktifitas yang mungkin dikeluhkan banyak orang,bagi seorang muslim hal tersebut dijalani penuh dengan syukur dan juga sabar. Jadi tunggu apa lagi, rubahlah niat mulai dari sekarang. Yakinlah akan janji Allah, jangan sia-siakan waktu yang berlalu karena sungguh betapa hebatnya  hidup seorang muslim itu.

Selasa, 14 Mei 2013

Jangan bangga dengan amalan diri

Seorang muslim seyogyanya yakin akan begitu luasnya rahmat Allah. Kita tahu bahwa banyak macam-macam ibadah yang memiliki keutamaan masing-masing baik itu ibadah wajib ataupun sunnah. Misalnya sholat dari yang wajib sampai sholat-sholat sunnah,seperti dhuha,tahajud dan sebagainya. Begitu juga dalam kebaikan yang tak terhitung jumlahnya, bahkan hal-hal kecil pun dinilai sebagai kebaikan seperti menyingkirkan duri dari jalan sampai senyum ke saudara sendiripun adalah ibadah.

Kemudahan untuk taat adalah rezeki dari Allah karena itu tidak sepatutnya seorang muslim menyombongkan diri atas kebaikan-kebaikan yang dia lakukan dan mengganggap remeh kebaikan orang lain. Bisa jadi orang yang kita anggap kecil kebaikannya memiliki kebaikan-kebaikan yang tersembunyi yang ternyata besar nilainya dimata Allah. Jika kita memelihara jenggot dengan niat menghidupkan sunnah misalnya tentu sebaiknya jangan mengganggap remeh atau lebih baik dari saudara kita yang mencukurnya karena bisa jadi dia melakukan itu karena taat dan menjaga hati orangtuanya dan itupun salah satu kebaikan. Atau jika kita benyak bersedekah jangan pula merasa lebih baik dari orang yang mungkin secara kasat mata jarang bersedekah,bisa jadi dia orang yang menjaga lisannya dari bergunjing dan berghibah. Bahkan mungkin orang-orang yang mungkin secara dzahir sekarang banyak berbuat maksiat, bisa jadi diakhir hidupnya dia diberi hidayah oleh Allah untuk bertaubat dan berubah. Sementara kita yang mungkin sekarang merasa dalam ketaatan adakah jaminan untuk mati khusnul khatimah?

Akhirnya berusaha selalu melihat akan kebaikan-kebaikan orang lain menyelamatkan kita dari rasa berbangga akan amalan diri, dan tiada jaminan apakah amalan yang kita lakukan itu diterima ataukah akan ditolak Allah karena riya' atau ujub yang menyertai amalan tersebut. Na'udzubillah, semoga kita terlindungi dari rasa berbangga akan amalan diri dan juga mengganggap rendah orang lain, insya Allah.

Jumat, 25 Juni 2010

Perbedaan yang menyatukan

Ada cerita di satu hari disaat saya sedang berkunjung tempat teman baru. Beliau jauh lebih tua dibanding saya,mempunyai usaha yang sukses dan keluarga dengan 3 anak yang lucu. Dari obrolan ngalor ngidul akhirnya beliau bercerita tentang asam garam kehidupan berumah tangga.Beliau bercerita tentang hikmah adanya perbedaan dalam kehidupan suami istri.Mungkin selama ini dalam hubungan-hubungan apapun kita selalu mencari persamaan-persamaan dan sering menghindari yang namanya perbedaan. Dalam hubungan persahabatan persamaan-persamaan ini memang menjadi ikatan untuk memperkuat kebersamaan,membuat nyaman karena tidak ada atau sedikit perbedaan yang ada. Begitupun juga dalam mencari pasangan,persamaan sifat dan bahkan hobi selalu manjadi acuan. Tetapi untuk membangun sebuah hubungan jangka panjang yang bisa saling mengisi justru yang kita butuhkan adalah perbedaan.Banyak pasangan yang memiliki persamaan yang pada awalnya enjoy dengan kehidupan mereka akan mengalami titik jenuh.
Hal yang sama juga diceritakan oleh kenalan saya itu. Dulu sewaktu kuliah dan pacaran dengan orang yang memiliki kesamaan yaitu sama-sama senang jalan-jalan,sama-sama hobi nonton film, mereka menjalin hubungan sampai 4 tahun. Semua terasa menyenangkan karena mereka bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama,seminggu paling sedikit ke bioskop 2-3 kali. Tapi akhirnya titik jenuh itu datang.Hubungan itu tidak berlanjut ke pernikahan. Dan sekarang beliau menikah dengan wanita yang banyak sekali berbeda sifatnya. Seorang teman lama, melalui penjajagan yang hanya 3 bulan akhirnya mantap ke pelaminan.Banyak perbedaaan sifat yang akhirnya menghiasi kehidupan berumah tangga beliau. Istrinya yang mempunyai daya ingat yang kuat sementara dia pelupa, istrinya yang tidak suka nonton film sementara dia suka nonton film, istrinya yang rajin sementara dia bukan seorang yang rajin seperti kebanyakan pria. Tapi bukankah ini yang dinamakan saling mengisi?memang hal ini bukan terus berarti kita harus mencari orang yang berbeda dengan kita untuk menjadi pasangan kita.
Persamaan dalam hal-hal yang mendasar seperti keyakinan tentulah sangat penting. Tetapi mengenai sifat dan kepribadian seringkali perbedaan yang ada itu bisa menjadi rahmat. Tentu semua harus dibarengi dengan keinginan untuk saling memahami dan berkorban.Bahwa hubungan jauh lebih penting dari situasional. Ekspektasi dengan pasangan kadang juga membuat kita lupa menilai diri.Jika kita menginginkan sesutau yang mulia ada pada pasangan kita sudahkah kita memiliki itu?bahkan bisa jadi kekurangan yang ada pada pasangan adlah jalan dari Tuhan untuk membuat kita jauh lebih baik lagi.Kita menginginkan pasangan yang sabar, tetapi jika kita mendapati yang sebaliknya bisa jadi itu salah satu cara untuk kita berlatih sabar.Tidak ada manusia yang sempurna,begitu juga tidak ada manusia yang lahir hanya dengan membawa keburukan-keburukan. Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi malaikat,dan jika kita menjadi salah satu penyebab mereka mendapatkan kemulian itu bukankah kita berarti menjadi rahmat buat mereka?sungguh sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak bermanfaat buat orang lain.

Jumat, 12 Februari 2010

London,6 Februari

Teruntuk Ais,istriku tercinta..

Sayang,gimana kabarmu?baru 2 minggu kita tidak bertemu tapi rasanya waktu seperti berhenti disini.Masih ada ratusan hari yang harus aku jalani disini tanpamu sayang,aku harus menyelesaikan study ku,mengejar semua mimpi dan citaku.Sungguh sayang,semua yang aku lakukan ini untuk kita,untuk masa depan kita.Bukan semata-mata keegoanku mengejar gelar semata,tidak sayang.Memang terkadang kesempatan datang disaat yang tidak tepat.Disaat kita belum lagi menikmati kehidupan baru yang indah,beasiswa ini sulit aku tolak.Ini kesempatan besar untuk karirku.Kesuksesanku adalah untuk keluargaku juga.Mungkin sayang berpikir aku mendahulukan karir daripada keluarga.Tidak sayang,semua yang aku lakukan adalah demi kita.Kebanggan dan kebahagian seorang laki-laki adalah disaat dia bisa memebrikan yang terbaik dan membahagiakan keluarganya.itulah yang sedang aku lakukan sayang.
Ais sayang,ingatkah dirimu saat pertama kita bertemu?Di pojok ruangan di toko buku itu?saat kita tidak sengaja saling berpandangan,sungguh takjub aku melihatmu.matamu yang bening dan senyummu yang menawan seperti menghipnotis diriku.Saat aku balas senyummu,taukah kamu sayang jika jantung berdetak sangat kencang?entah kekuatan darimana yang membuatku berani untuk menyapamu dan mengajakmu berkenalan."Aisyah,panggil saja Ais",duh sungguh merdu suaramu.Kemudian kita bercakap tentang banyak hal,tentang buku-buku favorit kita,ah sunggut sangat menyenangkan malam itu.tak lupa aku minta no hp mu,berharap semoga pertemuan ini berlanjut dan tidak berhenti sampai disini.
Ais sayang,setelah malam itu tak sabar rasanya aku ingin bertemu kembali denganmu.Rasa yang aneh,rasa yang baru kali ini aku rasakan,sebuah keyakinan,keyakinan yang entah darimana datangnya.Apakah ini jawaban dari doa-doaku?ketika aku tertunduk dan memohon kepada Tuhan agar mengirimkan seoarng pendamping hidup,seorang yang dengan dia aku habiskan sisa hidupku,merajut asa dan mimpi,seorang yang akan menjadi ibu dari anak-anakku,seorang yang menjadi tempatku bersandar dan berbagi.Doa itu yang selalu aku panjatkan bertahun-tahun.Apakah engkau adalah jawaban atas doaku?Pertanyaan itu langsung muncul dibenakku mulai saat itu.
Pertemuan selanjutnya menjadi moment yang aku tunggu untuk semakin mengenal dirimu. Sifat periang dan tingkahmu yang lucu,seperti obat kepenatanku menjalani hidup.Juga ceritamu tentang banyak hal,dari hal yang kecil sampai soal serius seperti alunan musik yang merdu untukmu.Aku tak akan lupa betapa bening matamu menatapku khusyuk disaat aku bercerita tentang banyak hal dan juga tertawamu yang renyah dan manisnya senyum mu saatku coba melucu.Aku ingin disaat bersamamu waktu berhenti,karena aku tidak ingin berpisah denganmu.
Ais sayang,moment-moment itu semakin menguatkan aku bahwa engakulah bidadari yang Tuhan kirim untukku.Doa-doaku dimalam hari semakin meyakinkanku untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku.mungkin ini aneh,kita baru 3 bulan berkenalan,tapi aku sperti seolah-olah telah mengenalmu sebelumnya,seperti deja vu.Sosok impian yang selama ini ada dibenakku ada dalam wujud nyata.
Ingatkah dirimu disaat aku melamarmu?Di sebuah rumah makan yang sederhana,disaat kita selesai makan malam berdua.Bergemuruh rasanya dadaku saat itu..
"Ais,ada yang ingin aku katakan padamu.Sesuatu yang tidak bisa aku pendam lagi.Mungkin ini aneh karena kita belum kenal terlalu lama,tapi aku tidak pernah seyakin saat ini.Ais,maukah kau menikah denganku?maukan kau jadi pendamping hidupku selamanya?"
Aku ingat terdiam dirimu saat itu,tak lama merah matamu dan akhirnya keluar air di sudut matamu yang bening itu.Duh Gusti,terasa kelu lidahku melihat itu,aku merasa sangat bersalah telah membuatmu menangis.Sungguh aku rela menyakiti diriku sendiri daripada menyakitimu.Sungguh aku akan tarik kata-kataku jika itu membuatmu terluka.
Hening,aku bahkan tidak tau harus berkata apa,sampai saat dirimu tersenyum dan berkata."iya aku mau,aku mau jadi istrimu,aku mau jadi pendampingmu selamanya,aku menangis karena bahagia,aku tidak bisa menahan air mata ini"Oh My Lord,saat itu aku yakin akulah orang paling bahagia didunia ini.Jangan menangis sayang,aku akan selalu mencintai dan bersama mu,Hanya Tuhan yang bisa memisahkan kita berdua.
Ais sayang,semua berjalan begitu sempurna.Sungguh betapa sykurku kupanjatkan pada-Nya.hingga saat kita diikat dengan tali suci pernikahan.Berjanji atas nama-Nya,dengan maskawin Kitab suci dan sepernagkat alat sholat,disaksikan keluarga dan sahabat .Dan alam semestapun bertasbih untuk kita.Tak akan kulupa saat dirimu duduk disampingku saat itu,dengan kerudung putih yang indah,oh para bidadari di surga pasti kehilangan penghuni terbaiknya karena dia ada disini bersamaku dan sekarang menjadi istriku.
Ais sayang,baru 6 bulan masa indah yang kita lalui dan sekarang aku dinegeri yang jauh.Aku inggat saat matamu merah menahan tangis ketika aku minta izin dirimu untuk menlanjutkan studi disini.Sungguh sangat terasa berat juga untukku pergi dari sisimu walau hanya untuk sementara.Tapi kemuliaan hatimu dan kebesaran jiwamu,menguatkan cinta kita.Ais sayang,engkau adalah istri yang hebat dan luar biasa,betapa aku bersyukur memilikimu.
Ais sayang,kemaren telah aku terima e-mailmu.Sontak ku bersujud begitu selesai membacanya.Iya aku akan jadi seorang Ayah,terpujilah nama-Mu Tuhan.Jaga lah kesahatan diri dan kandunganmu,ingat engkau tidak sendiri lagi disana.Akan ada calon baby kita yang akan menemani hari-harimu.Ais sayang lebaran tahun ini aku usahakan untuk bisa pulang ke Indonesia,sungguh terasa berat menjalani hari-hari tanpamu.Ku mohon doa darimu,dan aku juga tidak pernah lupa berdoa untukmu,untuk kita dan untuk calon anak kita.Peluk,cium dan cinta hanya untukmu seorang.

Suami yang mencintaimu

Cara Mewujudkan Keluarga Bahagia.

Keharmonisan keluarga adalah dambaan setiap manusia. Dalam sebuah perkawinan hubungan suami istri yang hanya menitik beratkan pada "cinta" dan "pemenuhan kebutuhan biologis" tidaklah cukup untuk membina dan membangun keluarga yang harmonis. Cinta dan kepuasan biologis mungkin menyenangkan diawal perkawinan tapi hal ini tidak berlangsung lama jika kedua belah pihak tidak saling beintegrasi dan berinteraksi.
Dua orang Profesor dari US yaitu Prof.Nick Stinnet dan Prof. John Defrain dalam studi yang berjudul "The National Study on Family Strenght" mengemukakan enam hal sebagai pegangan mehuju perkawinan atau keluarga yang bahagia, dalam bahasa kita yaitu mewujudkan keluarga sakinah ma wadah warahmah..
1. Ciptakan kehidupan beragama dalam keluarga.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa agama adalah pengikat yang kuat dalam kehidupan manusia. Sebuah perkawinan dan keluarga jika tidak diikat dengan nilai-nilai moral atau ketuhanan akan mudah rapuh. Nafsu dan ego pribadi akan menjadi salah penyebab pecahnya hubungan keluarga jika tidak diatur dalam aturan agama.Faktanya,keluarga yang tidak religious, yang komitmen agama nya lemah atau bahkan tidak ada sama sekali mempunyai resiko empat kali untuk tidak bahagia dalam keluarganya.
2. Waktu bersama keluarga.
Setiap anggota keluarga harus mempunyai komitmen untuk meluangkan waktu untuk keluarga. Misalnya dengan makan malam yang harus diikuti semua anggota keluarga atau bepergian bersama untuk berwisata. Ini lebih ke soal manajemen waktu.
3. Komunikasi yang baik.
Setiap anggotota keluarga harus menciptakan hubungan yang baik antar keluarga. Disini faktor komunikasi sangatlah penting. Suami harus komunikatif, begitu juga istri. Banyak kasus pertengkaran hanya karena masalah kurang adanya komunikasi ini.
4. Harus saling menghargai.
Seorang Suami harus menghargai istri sebagai ibu rumah tangga, begitu juga istri menghargai suami sebagai pencari nafkah dan kepala keluarga. Berilah pujian dan ucapan terima kasih untuk hal-hal yang sudah dilakukan. Misalnya disaat istri harus banyak melakukan tugas rumah tangga sang suami bisa mengatakan "terima kasih ya mi untuk semua pengorbanan mami" atau disaat suami capek pulang kerja istri bisa berkata "papi capek kerja ya,sini mami pijitin". hal ini juga berlaku untuk anak. Ketika anak atau adik kita dapat nilai kurang bagus disekolah jangan dibilang "bodoh kamu,dulu bapak/ibu/kakak bisa dapat sepuluh!",perkataan semacam ini malah akan membunuh semangat anak/adek kita. Berilah semangat dan dukungan untuk lebih giat belajar. Sebgai anak juga kita harus mengapresiasi perjuangan bapak dan ibu kita. Pernahkah kita bilang ke ibu kita "Bu,terima kasih ya untuk semua kasih sayang ibu" bahkan untuk hal-hal yang kecil "Bu,memang ibu jago masak,masakan ibu enak sekali" dan kepada ayah kita "Yah makasih ya sudah susah payah menyekolahkan/menguliahkan saya".
Jadi saling menghargai dengan memujin dan berterima kasih adalah salah satu faktor pengikat keharmonisan keluargan.
5. Harus ada ikatan yang kuat.
Harus ada perasaan saling memiliki dan menyayangi, kepedulian terhadap keluarga, jangan hanya waktu sakit saja. Jangan lu-lu,gw-gw. Keluarga harus saling terikat. Longgarnya ikatan ini akan menyebabkan banyak masalah dikemudian hari. Hal ini juga menjadi kecenderungan keluarga di era modernisasi ini.
6. Akan selalu ada masalah,tapi prioritas utama adalah keutuhan keluarga.
Sangat tidak mungkin suatu hubungan keluarga mulus dan lurus saja. pasti bakal ada perbedaan pendapat dan perdebatan,tapi yang harus diingat adalah seberat apapun krisis itu,keutuhan keluarga harus diutamakan. Jangan sedikit masalah minta cerai, anak punya masalah terus kabur dari rumah, atau orangtua yang dengan gampang mengusir anak.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 11 Februari 2010

Sudah Bahagiakah Bangsa Kita?

Sebagian besar dari kita mungkin sudah tahu bahwa belum lama ini menurut sebuah survey bahwa Denmark adalah negara paling bahagia mengungguli negara-negara kayak yang lain.
Sumber :
www.cnn.com/2008/HEALTH/07/02/nations.happiness/index.html
Sementara menurut survey dari Happy Planet tahun 2009 negara paling bahagia adalah Kostarika.Lagi-lagi bukan merupakan negara-negara kaya.
Sumber:
www.en.wikipedia.org/wiki/Happy_Planet_Index
Pertanyaanya mengapa hal ini bisa terjadi?
Saya mau berbagi artikel menarik soal ini.Tetapi analisis disini membahas mengapa Denmark bisa menjadi negara terbahagia didunia.
1.Kepribadian dan filosofi hidup
-Rasa bersyukur
Orang Denmark mudah bersyukur,menikmati hidup tanpa perlu bermewah-mewah dan tak perlu merasa diperbudak kesuksesan.Ada beberapa alasan yang mendasari hal ini adalah pendidikan dan kesehatan gratis,hari tua terjamin dan filosofi hidup yang tidak perlu ngoyo.
-Ekspektasi hidup yang rendah.
Hal ini berarti kesuksesan kecil saja sudah membuat mereka bahagia dan apabila gagal mereka mawsih berbesar hati untuk bangkit lagi.Hal ini menjadikan tingkat stress hidup yang rendah.
2.Paradoks N-Ach
Kebutuhan untuk berprestasi ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kebahagian.Hal ini terjadi karena tidak ada batas tertinggi buat kepuasan.For human enough is never enough!!coba kita lihat daftar rangking negara-negara kaya yang lain :
23.Amerika
90.Jepang
dimanakah kita ?
64.Indonesia
bahkan menurut Happy Planet Index:
76.Jepang
114.Amerika Serikat
Hal ini bisa terjadi karena semakin tinggi ekspektasi suatu bangsa maka akan semakin sering tidak puas dan menjadi kurang bahagia.Bahkan negara-negara kecil dan tidak terlalu kaya malah masuk dalam rangking atas menurut HPI:
1.Costa Rica
2.Dominican Republic
3.Jamaica
4.Guatemala
dimanakah kita?
16.Indonesia
Mengapa?Kepuasan subyektif terhadap pendidikan,kesehatan,kekayaan relatif dan tingkat pengharapan hidup menjadi tolak ukur kebahagiaan.Variabel ini yang dipakai oleh WHO,UNESCO dan New Economic Foundation untuk mengukur tingkat kebahagian.
3.So what?
-Orang bisa membeli ranjang emas tapi bukan tidur
-Orang bisa membeli seks bukan cinta
-Orang bisa membeli obat bukan kesehatan
Intinya jangan terjebak bahwa segala sesuatu bisa dibeli dengan uang dan memakai ukuran materi.Kekayaan negara bukan segala-galanya.Tapi memang setidak-tidaknya untuk seperti Denmark pemerintah kita harus memeberikan jaminan pendidikan,kesehatan dan hari tua.Dan yang lebih penting merubah filosofi kehidupan mulai dari sekolah dasar tentang hakekat kehidupan bahwa uang bukanlah segalanya dan memjunjung tinggi nilai-nilai kemuliaan.



Rabu, 10 Februari 2010

Kenapa Harus Pacaran?

Based on sebuah forum yang saya ikuti dibagian forum curhat saya liat sebagian besar thread yang dibuat adalah tentang masalah jomblo, keluhan tentang single dan sejenisnya. Dari situ ada beberapa hal yang bisa saya simpulkan.Pertama,jomblo alias single seperti sebuah masalah besar yang menyita hidup kita,terlebih kemaren malam minggu disaat banyak pasangan menghabiskan waktu berdua.Kedua,apakah dengan pacaran kita bisa terjamin dan tidak akan kesepian lagi dan setidaknya lebih bahagia?
Sedikit fakta :
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universite de Montreal,University Hospital Center dan McGill University menemukan anak remaja yang mulai pacaran sejak dini lebih banyak mengalami sakit kepala,perut dan pinggang.Mereka juga dilaporkan lebih banyak mengalami depresi dibanding rekan usianya yang belum pernah pacaran.Dari kuesioner yang diisi oleh remaja berusia 12-17 tahun di Kanada ditemukan seorang yang mengenal cinta lebih dini cenderung menjadi pribadi yang rapuh,sakit-sakitan dan merasa tidak aman dan mudah depresi.Gejala itu berkembang dari masa remaja dan ketika dewasa.Mengapa hal ini terjadi?Seorang yang menjalani hubungan sejak dini akan memiliki alarm rasa sakit yang tinggi,terutama jika hubungan itu buruk.Sementara mereka yang belum menjalin cinta bisa lebih ekspresif dan lebih banyak bersosialisasi dengn temannya tanpa harus sedih dan mengalami depresi.
sumber : http://www.sciencedaily.com/
Pertanyaanya : Mengapa jika kita tidak berpacaran seperti akan mengalami kesepian?menurut saya ini dikarenak mind set kita yang sudah terpola seperti itu.Profokasi dari media yang menggambarkan bahwa pacaran akan membuat hidup kita lebih senang dan bebas kesepian membuat kita merasa tanpa pacar hidup kita kurang berarti.Hal itu menutupi fakta yang ada bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan tanpa harus pacaran?
1. Jika kita masih sekolah atau kuliah,single berarti kesempatan untuk mempelajari apapun yang kita mau.melakukan hal-hal baru dan berkesplorasi. Belajar apapun yang kita mau. Internet adalah gudang ilmu,dari ilmu politik,komputer bahkan sampai forum supranatural bisa kita pelajari disini. Yang suka musik atau olahraga bisa melakukan itu tanpa harus diselingi dengan kesedihan dan sakit hati. Kita bisa berteman dengn siapapun,kita bisa banyak belajar dari mereka.Kita bisa saling share dan membantu tanpa resiko menyakiti dan disakiti. Universitas kehidupan tidak pernah tertutup untuk kita belajar apapun.Jadilah seorang pembelajar sejati.Fokuslah untuk membahagiakan ortu dengan belajar keras,buatlah mereka bangga dengan apa yang kita perbuat.
2. Jika kita sudah bekerja,sudahkah kita menyisakan uang hasil kerja kita untuk orang tua kita?menyenangkan hati mereka dengan memberi hadiah,surprise atau apapun yang mereka mau.Kita bahkan dengan rela hati mengeluarkan banyak uang untuk pasangan kita,apakah hal yang sama bisa kita lakukan untuk ortu dan keluarga kita?mereka punya hak yang lebih besar untuk itu.Jika kita sudah menikah kita ga akan sebebas seperti di saat kita single.
So,jomblo alias single berarti banyak buat kita,berarti kesempatan buat kita melakukan pengembangan diri,kesempatan buat kita membahagiakan ortu dan keluarga kita.
Sebuah pertanyaan yang sering muncul :
kalo tidak dengan pacaran,bagaimana kita akan belajar memahami pasangan dan bertambah dewasa?
Jawab : Belajarlah dari kehidupan,belajarlah memahami dan berkorban dengan keluarga kita, belajarlah psikologi yang buku nya banyak ada dimana-mana,belajarlah bahkan dari pengalaman terburuk sekalipun. Kita diberi kebebasan,akal,nafsu dan hati.Sesuatu yang bahkan tuhan tidak beri pada malaikat sekalipun.
Waktu hilang tak akan terganti, mari jadikan hidup lebih berarti...